Sabtu, 15 Juni 2013

Berlomba Dalam Kebajikan

    Hidup ini sesungguhnya adalah sebagai ujian, sebagaimana pun posisi dan kondisinya. Allah memberikan kesempatan manusia hidup di dunia ini dengan modal dan fasilitas yang dianugerahkan kepadanya, sebagai ujian siapa di antara manusia itu yang paling berprestasi dalam ketaqwaan dan keshalehan. Untuk itu marilah kita berlomba-lomba mengisi hidup dan kehidupan kita ini dengan memperbanyak kebajikan.
    Allah swt. berfirman :
لِكُلٍّ
bagi tiap-tiap ummat
جَعَلْنَا
Kami telah menjadikan
مِنكُمْ
diantara kamu
شِرْعَةً
peraturan
وَمِنْهَاجًا
dan jalan yang terang
وَلَوْ
dan sekiranya
شَآءَ
menghendaki
ٱللَّهُ
Allah
لَجَعَلَكُمْ
niscaya Dia menjadikan kamu
أُمَّةً
ummat
وَٰحِدَةً
yang satu
وَلَٰكِن
akan tetapi
لِّيَبْلُوَكُمْ
Dia hendak menguji kamu
فِى
dalam/terhadap
مَآ
apa
ءَاتَىٰكُمْ
Dia berikan kepadamu
فَٱسْتَبِقُوا۟
maka berlomba-lombalah
ٱلْخَيْرَٰتِ
kebajikan














Artinya:
 "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu di jadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan."  
(Q.S Al-maaidah:48 )

    Berbuat kebajikan dapat dilakukan melalui berbagai media dan kesempatan menurut kemampuan dan kekuatan masing-masing. Bila mampu menyumbangkan pikiran, maka harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Bila dengan harta benda, dapat dibelanjakan dijalan Allah swt, membangun masjid, madrasah, pondok pesantren, panti asuhan dan lain sebagainya. Dan jika hanya mampu menyumbangkan tenaga, maka tenaga itupun hendaknya di gunakan untuk kebajikan dan hal-hal yang bermanfaat. Dengan demikian kita telah berbuat sesuatu yang berguna dan bermanfaat buat orang lain, tentunya setiap kebaikan yang telah kita lakukan balasan pahalanya akan kembali kepada kita juga.
     Karenanya, jangan sampai kemampuan dan kesempatan yang kita miliki hanya kita gunakan untuk tujuan-tujuan jangka pendek, selama hidup di dunia ini, sehingga akan merugikan dan membuat kita menyesal pada akhirnya nanti. Sebab jika demikian, berarti kita tidak memiliki bekal untuk mencapai kebahagiaan di kemudian hari. Oleh sebab itu tidak ada kata lain, kecuali kita harus terus berusaha dan berlomba-lomba melakukan kebajikan, agar kita termasuk orang yang beruntung.

   Allah swt. berfirman :

فَٱسْتَبِقُوا۟
maka berlomba-lombalah kamu
ٱلْخَيْرَٰتِ
kebaikan
أَيْنَ
dimana
مَا
saja
تَكُونُوا۟
kamu berada
يَأْتِ
mendatangkan/mengumpulkan
بِكُمُ
dengan/pada kamu
ٱللَّهُ
Allah
جَمِيعًا
semua
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
عَلَىٰ
atas
كُلِّ
segala
شَىْءٍ
sesuatu
قَدِيرٌ
Maha Kuasa











Artinya:
  "...Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu." ( Q.S Al-Baqarah: 148)

   Memperhatikan ayat di atas, kita harus bersyukur kepada Allah swt. karena masih dikaruniai kesempatan untuk beramal shaleh, terutama dengan kondisi kita yang masih segar bugar. sehingga sangat di sayangkan jika kesempatan yang baik ini terlewatkan begitu saja tanpa kita lalui dengan memperbanyak kebaikan dan amal shaleh yang sangat kita butuhkan sebagai bekal untuk meraih kebahagian hidup, utamanya di akhirat kelak.
 
   langkah yang harus diambil adalah menyegerakan dan berlomba-lomba untuk beramal shaleh dan berbuat baik. mengingatkan masyarakat akan pentingnya mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan di dalam kehidupan dan menciptakan kondisi yang lebih kondusif dan damai. langkah ini penting kita tindak lanjuti sebagai upaya antisipasi, agar kondisi yang semakin carut marut itu tidak menjadi lebih parah, apalagi menjadi fitnah agama yang sangat membahayakan keselamatan kehidupan beragama. bertindak secara arif dan memperbanyak amal shaleh sebagai antisipasi seperti di atas dapat di wujudkan dalam bentuk yang tepat secara bijaksana melalui jalur-jalur yang tepat pula, sesuai dengan kemampuan dan posisi masing-masing. yang terpenting adalah ada wujud kesadaran dan kepedulian yang seimbang antar sesama muslim sehingga tidak terjadi ketimpangan dan kecemburuan dalam realita kehidupan.

Selasa, 11 Juni 2013

Keutamaan Ayat Kursi

Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwudhu dan mengerjakan shalat Subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."

Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?" Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jum'at."

Umat-umat dahulu hanya sedikit saja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang Al-Qur'an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.

Setiap yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah diterangkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan konco-konconya di samping itu kita diberi pahala.

Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur'an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.
  

sumber : dzikir.org

Keajaiban Illahi





Cara mendidik Anak menurut Agama



Anak Islami



Minggu, 09 Juni 2013

Keutamaan Bulan Sya'ban

Nama Sya’ban diambil dari kata Sya’bun (Arab: شعب), yang artinya kelompok atau golongan. Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan ini, masyarakat jahiliyah berpencar mencari air.
Ada juga yang mengatakan, mereka berpencar menjadi beberapa kelompok untuk melakukan peperangan. (Lisanul Arab, kata: شعب). Al-Munawi mengatakan, “Bulan Rajab menurut masyarakat jahiliyah adalah bulan mulia, sehingga mereka tidak melakukan peperangan. Ketika masuk bulan Sya’ban, bereka berpencar ke berbagai peperangan.” (At-Tauqif a’laa Muhimmatit Ta’arif, Hal. 431)

Hadis Shahih Seputar Sya’ban

1. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ “
“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan: Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
 2. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
3. A’isyah mengatakan,
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ
“Saya pernah memiliki hutang puasa Ramadhan. Dan saya tidak mampu melunasinya kecuali di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Yahya (perawi hadis); mengatakan, “Karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”
4. Dari Abdullah bin Abi Qois, beliau mendengar A’isyah radhiallahu ‘anha mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا ثُمَّ صَامَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat perhatian dengan bulan tidak sebagaimana bulan yang lainnya. Kemudian beliau lanjutkan dengan puasa setelah terlihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan maka beliau genapkan Sya’ban 30 hari, kemudian puasa.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ad-Daruquthni dan sanadnya dishahihkan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).
5. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا
“Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Abu Daud, At Turmudzi, Ibn Majah, dan dishahihkan Al Albani)
6. Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan,
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
“Saya belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dua bulan berturut-turut selain di bulan Sya’ban dan Ramadhan.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, At Turmudzi dan dishahihkan Al Albani)
7. Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan,
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ
“Bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan ramadhan.” (H.R. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani)
8. Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa’.” (H.R. An Nasa’i, Ahmad, dansanad-nya di-hasan-kan Syaikh Al Albani)
9. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا تُقَدِّمُوا صَوْمَ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ، وَلَا يَوْمَيْنِ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ صَوْمٌ يَصُومُهُ رَجُلٌ، فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الصَّوْمَ
“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari. Kecuali orang yang sudah terbiasa puasa sunnah, maka silahkan dia melaksanakannya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
10. Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, At Thabrani, dan disahihkan Al Albani)

Hadis Dhaif Seputar Sya’ban

  • Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: Puasa sunnah apakah yang paling utama setelah Ramadhan? Beliau bersabda, “Sya’ban, dalam rangka mengagungkan Ramadhan…”  (HR. At Turmudzi dari jalur Shadaqah bin Musa. Perawi ini disebutkan oleh Ad Dzahabi dalam Ad Dhu’afa, beliau mengatakan: Para ulama mendhaifkannya. Hadis ini juga didhaifkan Al Albani dalam Al Irwa.)
  • Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengtakan, “Suatu malam, saya kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya cari keluar, ternyata beliau di Baqi’….Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala turun pada malam pertengahan bulan Sya’ban ke langit dunia. Kemudian Dia mengampuni dosa yang lebih banyak dari pada jumlah bulu kambingnya suku Kalb.” (HR. Ahmad, At Turmudzi, dan didhaifkan Imam Al Bukhari dan Syaikh Al Albani)
  • Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika masuk malam pertengahan bulan Sya’ban, maka shalat-lah di siang harinya. Karena Allah turun ke langit dunia ketika matahari terbenam. Dia berfirman: Mana orang yang meminta ampunan, pasti Aku ampuni, siapa yang minta rezeki, pasti Aku beri rezeki, siapa…. sampai terbit fajar.” (HR. Ibn Majah. Di dalam sanadnya terdapat Ibn Abi Subrah. Ibn Hajar mengatakan: Para ulama menuduh beliau sebagai pemalsu hadis. Hadis ini juga didhaifkan Syaikh Al Albani)
  • Hadis: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (Riwayat Abu Bakr An Naqasy. Al Hafidz Abul Fadhl Muhammad bin Nashir mengatakan: An Naqasy adalah pemalsu hadis, pendusta. Ibnul Jauzi, As Shaghani, dan As Suyuthi menyebut hadis ini dengan hadis maudhu’)
  • Hadis: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil: “Hai Ali, siapa yang shalat seratus rakaat di malam pertengahan bulan Sya’ban, di setiap rakaat membaca Al Fatihah dan surat Al Ikhlas sepuluh kali. Siapa saja yang melaksanakan shalat ini, pasti Allah akan penuhi kebutuhannya yang dia inginkan ketika malam itu…” (Hadis palsu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:127 – 128, As Suyuthi dalam Al-Lali’ Al Mashnu’ah, 2:57 – 59, dan ulama pakar hadis lainnya )
  • Hadis: “Siapa yang melaksanakan shalat pada pertengahan bulan Sya’ban dua belas rakaat, di setiap rakaat dia membaca surat Al Ikhlas tiga kali, maka sebelum selesai shalat, dia akan melihat tempatnya di surga.” (Hadis palsu, disebutkan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:129 Ibnul Qoyim dalam Manarul Munif, Hal. 99, dan dinyatakan palsu oleh pakar hadis lainnya)
Hadis-hadis sahih di atas merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, melebihi puasa di bulan lainnya.

Apa Hikmahnya?

Ulama berselisih pendapat tentang hikmah dianjurkannya memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, mengingat adanya banyak riwayat tentang puasa ini.
Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)
Kedua, memperbanyak ibadah di malam nishfu Sya’ban
Ulama berselisish pendapat tentang status keutamaan malam nishfu Sya’ban. Setidaknya ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut keterangannya:
Pendapat pertama, tidak ada keuatamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadis lemah. Al Hafidz Abu Syamah mengatakan: Al Hafidz Abul Khithab bin Dihyah –dalam kitabnya tentang bulan Sya’ban– mengatakan, “Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, ‘Tidak terdapat satupun hadis shahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban’.” (Al Ba’its ‘ala Inkaril Bida’, Hal. 33).
Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga mengingkari adanya keutamaan bulan Sya’ban dan nishfu Sya’ban. Beliau mengatakan, “Terdapat beberapa hadis dhaif tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat di malam nishfu Sya’ban, semuanya statusnya palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis).” (At Tahdzir min Al Bida’, Hal. 11)
Pendapat kedua, terdapat keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Pendapat ini berdasarkan hadis shahih dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibn Majah, At Thabrani, dan dishahihkan Al Albani).
Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syaikhul Islam mengatakan, “…pendapat yang dipegangi mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Madzhab Hambali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para sahabat dan tabi’in…” (Majmu’ Fatawa, 23:123)
Ibn Rajab mengatakan, “Terkait malam nishfu Sya’ban, dulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya, mereka memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu…” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 247).
Allahu a’lam.

Artikel: www.konsultasisyariah.com

Keutamaan Bulan Rajab

Ketahuilah bahwa bulan ini, bulan Sya’ban, dan bulan Ramadhan memiliki kemuliaan yang tak terhingga, dan sangat banyak hadis yang telah menjelaskan keutamaannya. Diriwayatkan dari Rasulullah SAWW bahwa bulan Rajab adalah bulan Allah yang agung dan tidak ada bulan lain yang dapat menandingi kemuliaan dan keutamaannya; memerangi orang-orang kafir pada bulan ini adalah haram, Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku; barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, ia berhak untuk mendapatkan ridha Allah yang agung, terhindarkan dari murka-Nya, dan salah satu pintu Jahanam akan tertutup baginya.
Diriwayatkan dari Imam Musa bin Ja’far as, “Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, api Jahanam akan menjauh darinya sejauh perjalanan satu tahun, dan barangsiapa berpuasa selama tiga, ia wajib mendapatkan surga”.
Beliau juga berkata, “Rajab adalah nama sebuah sungai di surga yang lebih putih dari air susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, ia pasti akan meneguk air sungai tersebut”.
Diriwayatkan dari Imam (Ja’far) ash-Shâdiq as bahwa Rasulullah SAWW bersabda, “Bulan Rajab adalah bulan permintaan ampun umatku. Oleh karena itu, mintalah ampunan pada bulan ini sebanyak mungkin, karena Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Bulan Rajab dinamakan ‘Ashabb’,  karena rahmat Allah akan dicurahkan atas umatku pada bulan ini. Dengan demikian, perbanyaklah membaca, ‘astaughfirullâh wa as`aluhut-taubah’ (aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya)”.
Ibnu Babawaeh dengan sanad yang mu’tabar meriwayatkan dari Salim. Ia berkata, “Di penghujung bulan Rajab yang pada waktu itu tinggal beberapa hari, aku pergi bertamu kepada Imam Shâdiq as. Ketika menatapku, beliau bertanya, “Apakah kamu sempat berpuasa pada bulan ini?” “Tidak, wahai putra Rasulullah”, jawabku. Beliau berkata kembali, “Pahala tak terhingga telah kau lewatkan (begitu saja) yang tak seorang pun mengetahui nilainya kecuali Allah. Sesungguhnya ini adalah suatu bulan yang telah diutamakan oleh Allah atas bulan-bulan yang lain, Ia telah mengagungkan kemuliaannya, dan mewajibkan atas diri-Nya untuk memuliakan puasa pada bulan ini”.
Aku bertanya, “Wahai putra Rasulullah, jika aku berpuasa di akhir-akhir bulan ini, apakah aku akan mendapatkan sebagian pahala-pahala itu?” Beliau menjawab, “Wahai Salim, barangsiapa berpuasa satu hari di akhir bulan ini, Allah akan melindunginya dari kedahsyatan sakratul maut, ketakutan setelah mati, dan siksa kubur. Barangsiapa berpuasa selama dua hari di akhir bulan ini, ia akan melalui jembatan Shirâth dengan mudah. Dan barangsiapa berpuasa selama tiga hari di akhir bulan ini, ia akan merasa aman dari ketakutan dan kedahsyatan hari Kiamat, dan dianugrahi kebebasan dari api Jahanam”.
Ketahuilah bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan yang tak terhingga. Dan diriwayatkan, jika seseorang tidak mampu untuk melakukan puasa, hendaknya ia membaca tasbîh berikut sebanyak 100 kali sehingga ia akan mendapatkan pahala puasa pada bulan ini:

سُبْحَانَ اْلإِلَهِ الْجَلِيْلِ، سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنْبَغِي التَّسْبِيْحُ إِلاَّ لَهُ، سُبْحَانَ اْلأَعَزِّ الأَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ

Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung, Maha Suci Dzat yang segala tasbîh tidak layak kecuali untuk-Nya, Maha Suci Dzat Yang Maha Mulia nan Dermawan, Maha Dzat yang memakai (pakaian)

الْعِزَّ وَ هُوَ لَهُ أَهْلٌ‏

kemuliaan sedangkan Ia pantas untuk itu.
 Sumber : Mafatihul Jinan (DarutTaqrib/Farazdaq/Adrikna!)

Keutamaan bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan berkah, bulan sejuta hikmah, dan bulan kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Pendek kata, beruntunglah orang-orang yang bertemu dengan Ramadhan dan bisa berbuat kebajikan di dalamnya. Kemuliaan dan keberkahan Ramadhan telah disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya.

“Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunah. Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.

Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang di mana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah).

Dari hadis di atas, ada beberapa keutamaan Ramadhan. Pertama, syahrul azhim (bulan yang agung). Azhim adalah nama dan sifat Allah. Namun, juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Ramadhan mulia dan agung, karena Allah sendiri telah mengagungkan dan memuliakannya.

Kedua, syahrul mubarak. Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan bermanfaat. Detik demi detik, waktu yang berjalan pada bulan suci ini, ia bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Karena semuanya diberkahi dan amal ibadahnya dilipatgandakan.

Ketiga, syahru shiyam. Pada bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari lima rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Keempat, syahru nuzulil qur'an. “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan (pembeda).” (Al-Baqarah [2]: 185).

Kelima, syahrul musawwah (bulan santunan). Di bulan Ramadhan sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk saling bederma, berkasih sayang dengan sesamanya yang keadaannya jauh memprihatinkan daripada kita.

Keenam
, syahrus shabr (bulan sabar). Bulan Ramadhan melatih jiwa Muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual, dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga. Semoga semua bisa memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah kepada Allah. Amin.

Kamis, 06 Juni 2013

KUMPULAN QASIDAH AHBABUL MUSTHOFA

1. 'Ala Ya Allah - Busyrolana Download
2.  Ahlan Wasahlan BiNabi   Download
3.  Alhamdulillah  Download
4. 
Alhamudillahillaz (Suluk)
 Download
5. 
Allahu Laillaha Illallah, Illahana ma a'dalak
 Download
6. Allahummasolli'ala (Suluk)
 Download
7.  Allahumasholli 'Ala Muhammad
Downloadl
8.  An Tudkhilana.mp3
Download
9. Burdah (muhammadun).mp3
Download
10. Burdah.mp3
Download
11.  Da'uni, Adimishola, Allahummasholli,Ya Thoiba
Download
12.  Illahana ma a'dalak Download
13.  Illahinas aluk
Download
14. 
Innafil Jannati
Download
15. Innal Qulub
Download?
16. Isyafa'lana Ya Habibana
Download
17. Khoirol Bariyah
Download
18.  Marhaban Ya Romadhon
  Download
19. Nurul Musthofa
  Download
20.  Qolalfatal Habsyi
  Download  
21.  Robbi kholaq (slow) Download
22.  suluk ya Badrotim Download
23.  Man Yalumni Download
24.  ya rosullalloh ya jaddal hasanain Download
25.  Almunawiriyyah Download
26. Tholama Asyku Download
27. Faayaa - Muqoddimah Habib syekh Download
28. sulu' Ya Kahdu min syidati (Shofa).Download
29.  (Shofa) Shlawatullahi Taghsya. Download
30.  Sholatun Download
31. Habib Syech - Man Yalumni  Kudus Download
32.  Syair Gus Dur - Shofa  Kudus. Download
33.  Ilahana Ilahana. Download
34. Padang Bulan. Download
35.  Robbana Sholli. Download
36.  Robbi Kholaq Thoha.Download
37.  Ya Allah Ya Allahu Ya Rahman Download
38. Sholla Alaikallahu Ya Adnani. Download
39.  Innal Qulub Annabi SholluAlaih Ya Robbama. Download
40.  Wulidal Huda (new jimbe). Download
41.  Ghuroba Download
42. MaulayaSholli (versi indo) Download
43.  Khoirol Bariyah (new). Download
44. Al Munawwiriyyah. Download
45. Ya Dzalghina.sofa. Download
46.  Ala Ya Rosulallah sofa feat ghofur Download
47.  muhammadun.khafidzin Download
48. suluk najaka qolbi.ya Habibal Qolb.Budin  Download
49. suluk ala ya rosulallah.ilahana-choirul anwarDownload
50.  suluk Gholal fatal.ya Sayyidi-Nana Download
51.  Ala Ya Rasulallah , Ilahinasaluk - AM (WAHID) Download
52.  Allahu Allah - SOLORAYA Download
53.  Wulidal Huda - AM (WAHID)Download
54.  Sholatullahi Tagsya Download
55.  Ya RasulallahsalamualaikDownload
56.  adimisshola ta'alal habib (suluk).mp3
57. ahmad ya habibi.mp3
58.  alkhamdulillah 2.mp3
59. allahummasholli 'alamuhammad 1.mp3
60.  anabi shollu 'alaih.mp3
61.  annabi shollu 'alaih (suluk).mp3
62.  annabishollu'alaih, muhammadun basyarulla, habibi ya rasulallah.mp3
63. antanus khotul akwan.mp3
64. ayyu dzikro min sanaaha.mp3
65.  busyrolanaa (new).mp3
66.  da'unifalladzi.mp3
67.  habibi ya rosulallah.mp3
68.  muhammadun basyarulla walbasyari.mp3
69 .pengakuan (al-itirof).mp3
70.  qod kafani, bi madihika.mp3
71.  sholatumminallah.mp3
72.  sholatullahima.mp3
73.  sholatullahimalahat.mp3
74.  sholatun.mp3
75. sholawatullahitaghsya (marhaban).mp3
76.  shollallahu'alamuhammad, khobbiri.mp3
77. shollallahu'la muhammad.mp3
78. shollu'ala manjaana.mp3
79.  syailil.mp3
80.  tajalla maulidul hadi (suluk).mp3
81.  thola'al.mp3
82.  ya abal hasanin.mp3
83. ya ajmal kholqillah.mp3
84. ya imamarrusli (new).mp3
85.  ya khoiro hadi.mp3
86. ya khoiromanjaa (suluk).mp3
87.  ya rabbama.mp3
88.  ya waaridal unsyi (new).mp3
89.  ya waridal (muhammaddun).mp3
90.  yaa robbana sholli 'ala asrofil 'alamin.mp3
91.  yamuhaiminu yasalam.mp3
92.  bi madihika.mp3
93. ya robbana'tarofna (pra habib syech ).mp3
94.  ya rasulallah la yurdzli (suluk).mp3
95.  Ya Rasulallah (Marawis).mp3 

KUMPULAN QASIDAH RIYADLUL JANNAH.

.
1. Ya Nabi Salam Alayka - Maher Zen klik disini


2. Ya Hanana (revisi) klik disini


3. Annabi Shollu Alayhi klik disini


4. Azka Taslimi klik disini


5. Kaanan Nabi klik disini


6. Qul Ya Adzim - Indonesia Full klik disini


7. Ya Allah Bihusnil Khatimah klik disini


8. Ya Badrotim klik disini


9. Ya Hannan Ya Mannan klik disini


10. Ya Waridal Unsi klik disini


11. Ya Arhamarrahimin (Versi Langlang 9 Juni 2012) klik disini


12. Ilahi Nas Aluk (Versi Langlang 9 Juni 2012) klik disini


13. Assalamualayka (Versi Langlang 9 Juni 2012)  klik disini


14. Ya Laqolbin (Versi Langlang 9 Juni 2012) klik disini


15. Shalawatullahi Taghsya (Versi Langlang 9 Juni 2012) klik disini


16. Allahu Allah + Sidnan Nabi + Ya Taiba + Anta nuskhotul akwaan

 klik disini
17. Huwannur (Versi Langlang 9 Juni 2012) klik disini


18. Dzakakubabun (Versi Langlang 9 Juni 2012) klik disini


19. Isyfa'lana klik disini


20. Ya Laqolbin klik disini


21. Qul Ya Adzim (Bahasa Indonesia) klik disini


22. Sidnan Nabi (Bahasa Indonesia) klik disini


23. Thola'al badru klik disini


24. Ya Allah Biha klik disini


25. Assalamualayka klik disini


26. Ya Arhamar Rahimin klik disini


27. Ya Ala Baitin Nabi klik disini


28. Sholatun klik disini


29. Huwannur klik disini


30. Shalawatullahi taghsya klik disini


31. Anta Nuskhotun klik disini


32. Ya Habib klik disini


33. Huwannur-ustad_habibi klik disini


34. Maula-Ya-Sholli(indonesia) klik disini


35. Ya Arhamarrahimin klik disini


36. Allahumma Shalli Ala Muhammad klik disini


37. Ilahi nas aluk klik disini


38. Rabbi Faj'alna Minal Akhyar + Sidnan Nabi klik disini


39. Dzakakubabun klik disini


40. Ya Hanana klik disini


41. Asyraqal klik disini


42. Burdah klik disini

KUMPULAN QASIDAH NURUL MUSTHOFA



  1. NM-Yaa Rabbibil Musthofa (New Version) klik disini
  2. NM-Ala Ya AllaH Binadzroh klik disini
  3. NM-Alfasholallah(New Version) klik disini
  4. NM-Allah Allah Yaa Allah(New Version) Klik disini
  5. NM-Allah Wasolatuala ahmad(New Version) klik disini
  6. NM-Tawassul klik disini
  7. NM-Waktu Sahar (Ver Teks Indo) klik disini
  8. NM-Aqidatul awam(New) klik disini
  9. NM-Assalamu 'alaik(New Version) klik disini
  10. NM-Khoirol Bariyah (Ver teks Indo)klik disini
  11. NM-Nabiyil Huda (New) klik disini
  12. NM-Muhammadun Yaa Rasulullah klik disini
  13. NM-Robbi Sholli Daiman klik disini
  14. NM-Syirillah Syamsyi syumusi (new) klik disini
  15. NM-Syirillah Syirillah Ya habibana Ali (new) klik disini
  16. NM-Sholatullah Salamullah (NEW) klik disini
  17. NM-Yahanana (new) klik disini
  18. NM-Yaa Allah Biha (Ver teks Indo) klik disini
  19. NM.Yahanana (Nada baru) New  klik disini
  20. NM-Yaa Tarim (New) klik disini
  21. NM- Assolatu Alaa Nabi klik disini
  22. NM-majlis nurul musthofa & allah allah yaa allah klik disini
  23. NM-Muhammadun Asyrofu klik disini
  24. NM-sholatun & yaa hanana  klik disini
  25. NM-Sholu Alaa Nurilladzi klik disini
  26. NM-Yaa Rasulullah Salamun Alaik klik disini
  27. NM-yaa rasulullah salamunalaik klik disini
  28. NM- Yaa Robbi Sholli ala Muhammad ( New Version ) klik disini
  29. NM-Yaa Sayyidi 1 klik disini
  30. NM-Yaa Toyyibah ( New ) klik disini
  31. NM- Ahmad Ya Habibi klik disini
  32. NM-ala yaa allah binadzroh klik disini
  33. NM-Alfasholallah klik disini
  34. NM-Allah Allah Yaa Allah ( New Version ) klik disini
  35. NM-Allah Allah Yaa Allah Wa'Sholatualaman ( New ) klik disini
  36. NM-allah allah yaa allah klik disini
  37. NM-Allah Hayy Allahu klik disini
  38. NM-Allah Igfir Liman Qod `Asya 1 klik disini
  39. NM-Allah Wasolatuala Ahmad ( New ) klik disini
  40. NM-Allaharju ( New ) klik disini
  41. NM-Allahumma Shollia 'ala Muhammad klik disini
  42. NM-Anabiy Sholu Alaik & Nabiyal Huda klik disini
  43. NM-Antumtuko ( New ) klik disini
  44. NM-Aqidatul Awam ( New ) klik disini
  45. NM-Aqidatul Awam klik disini
  46. NM-Asolatu ala Nabi klik disini
  47. NM-Assalamu'alaik klik disini
  48. NM-Assalamu'alik ( New Version ) klik disini
  49. NM-Assalamualaika Zainal Anbiya klik disini
  50. NM-busyro lana klik disini 
  51. NM-Dalail Khairat klik disini
  52. NM-Doa Akhir Majlis 1 klik disini
  53. NM-Farobbunal Maula ( New ) klik disini
  54. NM-happy birthday to you klik disini
  55. NM-Huwannur & Allah Igfir Liman Qod 'Asya klik disini
  56. NM-Huwannur ( New ) klik disini
  57. NM-Huwannur klik disini
  58. NM-Ilahi Bijahiambiya Wal Malaikah klik disini
  59. NM-Isyfa' Lana Ya Rasulullah klik disini
  60. NM-Khairal Bariyah ( New Version ) klik disini
  61. NM-Khobbiri ( New ) klik disini
  62. NM-Khoirol Bariyah ( New ) klik disini
  63. NM-Khoirol Bariyah ( New Version Indonesia ) klik disini
  64. NM-Khorulbariyah klik disini
  65. NM- Lailahailallah klik disini
  66. NM-lailahaillah & yaa hanana klik disini
  67. NM-majlis nurul musthofa & allah allah yaa allah klik disini
  68. NM-Malana Maulansiwallah klik disini
  69. NM-maula yaa sholi wasalim da'iman ( new ) klik disini
  70. NM-ratib al attos klik disini
  71. NM-Sambutan Bang Madid klik disini
  72. NM-sholatullah salamullah 1 ( new version ) klik disini
  73. NM-Sholatullohi klik disini
  74. NM-Sholatun & Yaa Hanana 3 klik disini
  75. NM-Sholatun 1 ( New ) klik disini
  76. NM-Syirilah Syirilah Yaa Habibana Ali (New ) klik disini
  77. NM-Syirilah Syirilah Yaa Habibana Ali 1 ( New ) klik disini
  78. NM-Syirillah Syirillah Yaa Habibana Alwi 3 klik disini
  79. NM-Welcome for Habibana Hasan bin Jafar Assegaf klik disini
  80. NM- Yaa Abana Seggaf  klik disini
  81. NM-yaa allah yaa subhani klik disini
  82. NM-yaa badrotim klik disini
  83. NM-yaa dzaldzalali wal'ikrom klik disini
  84. NM-yaa fattah klik disini
  85. NM-Yaa Hanana klik disini
  86. NM-yaa imamar rusli ( new version ) klik disini
  87. NM-yaa imamarusli klik disini
  88. NM-yaa nabi nal hadi klik disini
  89. NM-yaa rabbibil musthofa ( new version ) klik disini
  90. NM-Yaa Rasulullah Salamun'alaik klik disini
  91. NM-Yaa Rasulullah klik disini
  92. NM-Yaa Robb Yaa A'limal Hal ( New ) klik disini
  93. NM-yaa robbama klik disini
  94. NM-Yaa Robbi Sholi Ala Muhammad & Assalamu'alaik klik disini
  95. NM-Yaa Robbi Sholi Ala Muhammad ( Muqoddimah Simtudduror ) klik disini
  96. NM-Yaa Robbi Sholi Ala Muhammad ( New ) klik disini
  97. NM-Yaa Robbi Sholli 'alal Mukhtar Thaha Rasul klik disini
  98. NM-yaa robbibil musthofa ( new version ) klik disini
  99. NM-Yaa Robibil Musthofa klik disini
  100. NM-yaa sayyidar rusli klik disini
  101. NM-Yaa Sayyidas Sadati klik disini
  102. NM-Yaa Sayyidi 1 klik disini
  103. NM-Yaa Sayyidi Yaa Rasulullah ( New ) klik disini
  104. NM-Yaa Thoibah ( new ) klik disini
  105. NM-Yaa Toyyibah ( New ) klik disini
  106. NM-ala yaa allah ala yaa allah habibi yaa rasulullah klik disini
  107. NM-allah igfir liman qod `asya klik disini
  108. NM-allah ighfir liman qod'asya & alfasolallah & allah hayy allahu & sholatun klik disini
  109. NM-allaharju ( new ).mp3 klik disini
  110. NM-Allahu Allahu Khoiril Bariyyah klik disini
  111. NM-Allahu Allahu Yaa Allahu klik disini
  112. NM-alllah allah yaa allah lana bil qobul klik disini
  113. NM-anabiy sholu alaik klik disini
  114. NM-Anta Nuskhotul 1 klik disini
  115. NM-da`uni klik disini
  116. NM-huwannur 1 klik disini
  117. NM- I`rifil Haqqo 1 klik disini
  118. NM-ibadallah klik disini
  119. NM-Khobbiri ( New ) klik disini
  120. NM-Lisani Bihamdillah & Sholu Ala Nurilladzi klik disini
  121. NM-maula yaa sholi wasalim da'iman ( new ) klik disini
  122. NM-maula yaa sholi wasalim da`iman klik disini
  123. NM-nurul musthofa 1 klik disini
  124. NM-qod tamammallah maqo sidna ( new version ) klik disini
  125. NM-qul yaa `adzim 4 klik disini
  126. NM-sholatullahi tagsyakum klik disini
  127. NM-sholu ala nurilladzi 1 klik disini
  128. NM-Sholu Ala Nurilladzi Al Musthofa & Yaa Tarim & Yaa Qolbi klik disini
  129. NM-sidanan nabi 1 klik disini
  130. NM-Syirillah Yaa Ramadhan ( New Version Indonesia ) klik disini
  131. NM-Tawassul ( New )  klik disini
  132. NM-wani `mal wali waliha  klik disini
  133. NM-Yaa Habibana Abdurrahman Assegaf 1  klik disini
  134. NM-yaa habibi yaa muhammad  klik disini
  135. NM- yaa hanana & sholatun  klik disini
  136. NM-Yaa Hanana ( New Version ) & Allah Ighfir Liman Qod `Asya  klik disini
  137. NM- yaa qolbi  klik disini
  138. NM-yaa rabbibil musthofa ( new version )  klik disini
  139. NM-Yaa Robbana Yaa Jawwad & Yaa Hadi Sir Waidan(New) klik disini
  140. NM-Yaa Robbana Yaa Jawwad klik disini
  141. NM-Yaa Robbi Sholli 'Ala Muhammad & Assalamu'alaik & Yaa Rasulullah Yaa Nabi & Ala Yaa Allah Ala Yaa Allah Habibi Yaa Rasulullah klik disini
  142. NM-yaa robbi sholli 'ala muhammad & yaa rasulullah salamun'alaik & yaa laqolbin klik disini
  143. NM-yaa robbi sholli 'alal mukhtar thaha rasul klik disini
  144. NM-Yaa Sayyidi & Mahlul Qiyam & Yaa Hanana & Sholatun klik disini
  145. NM-yaa tawwab tub `alaina klik disini
  146. NM-yaa thoiybah & innafil jannati klik disini
  147. NM-zahrona syamsul jama`ni klik disini
  148. NM-allah allah nurul musthofa (NM4) klik disini
  149. NM-assalamualaik (NM4klik disini
  150. NM- ya rabbi shali ala muhammad (NM4klik disini
  151. NM-Laa Ilaaha Illalloh (NEW) klik disini
  152. NM-Yaa Dzal Jalaali Wal Ikram (New Version Indonesia  ) klik disini
  153. NM-Marhaban Yaa Ramadhan & Subhanallah Walhamdulillah Wala`ilaha Illah Wallahu Akbar (New) klik disini
  154. NM-Da`Uunnii (New)klik disini 
  155. NM-Khoirol Bariyyah ( Akustik ) New klik disini
  156. NM-Assolatu Alaa Nabi (New) klik disini
  157. NM-Muqoddimah (New) klik disini
  158. NM-Yaa Robbibil Musthofa (New) klik disini
  159. NM-Takbiran (New) klik disini
  160. NM-Renungan malam Idul Fitri(Newklik disini
  161. NM-Ceramah Habib Abdulloh bin ja'far Assegaf & Ustd Muhyiddin (12 Nov 2011) klik disini
  162. NM-Ya Abazzahro (New) klik disini
  163. NM-Isyfa' Lana Ya Rasulullah (New) klik disini 
  164. NM-Maula Yaa Sholi Wasalim (New) klik disini
  165. NM-ibadallah New (New) klik disini
  166. NM-Sholollohu Ala Sayyidina Muhammad klik disini 
  167. NM-Yadzaljalali Wal Ikrom (New) klik disini 
  168. NM-Yaa Robi Sholi Ala Muhammad (New) klik disini 
  169. NM-Alayalloh Binadzroh (Newklik disini
  170. NM-Yaa Habibbana Ali (New) klik disini
  171. NM-Sholu Ala Nurilladzi Arjassama (New) klik disini
  172. NM-Subhanalloh Wal Hamdulillah (New) klik disini
  173. NM-Robbahu Inna Munaya (New) klik disini
  174. NM-Yaa Man Yaro (New) klik disini
  175. NM-ALLAHU AKBAR(New Kami Tentara Nabi) klik disini
  176. NM-Yaa Habibah Kholbi (New) klik disini
  177. NM-Washolatu'ala Ahmad ( New Versi Indonesia) klik disini
  178. NM-Yaa Arhamarrohimin (New Version) klik disini
  179. NM-Yaa Laqolbin klik disini
  180. NM-Yaa Laqolbin (New) klik disini
  181. NM-Sholatullah 'alaa thohal yamani klik disini
  182. NM-Yaa Haditsi Roida  klik disini
  183. NM-Yaa Habiballoh Salamun Alaik klik disini
  184. NM-Yaa Ahlal Baiti Nabi klik disini
  185. NM-Yaa Aba Zahro klik disini
  186. NM-Wistafani klik disini
  187. NM-Malana Maulan Siwalloh  klik disini
  188. NM-Assholatu Daim klik disini
  189. NM-Allohuma Sholi Ala Muhammad klik disini
  190. NM-Sholawat Dustur (New) klik disini 
  191. NM-Yaa Arhamarrohimin (New Version)2 klik disini
  192. NM-ibadallah (New) klik disini 
  193. NM-Azan(Ustd Jamal) klik disini
  194. NM-Maulid Simtudduror1 klik disini 
  195. NM-Maulid Simtudduror2 klik disini 
  196. NM-Maulid Simtudduror3 klik disini
  197. NM-Maulid Simtudduror4 klik disini 
  198. NM-Maulid Simtudduror5 klik disini 
  199. NM-Maulid Simtudduror6 klik disini 
  200. NM-Maulid Simtudduror7 klik disini
  201. NM-Maulid Simtudduror8 klik disini
  202. NM-Allah Hay klik disini
  203. NM-Maula Yaa Sholi Wasalim klik disini
  204. NM-Khobbiry klik disini
  205. NM-Al Busyro klik disini
  206. NM-Yaa Maulidal Musthofa klik disini
  207. NM-Yaa Allah Salimna klik disini
  208. NM-Sholatullah Salamullah(Newklik disini
  209. NM-Sholatun (Newklik disini
  210. NM-Yaa Robana Yaa Jawad klik disini
  211. NM-Allah Arju klik disini
  212. NM-Salamualaika Yaa Nabi klik disini
  213. NM-Yaa Khoiro Hadi (Newklik disini
  214. NM-Hubu Ahmadin Qolby (Newklik disini
  215. NM-Yaa Nabiyinal Haadi  (Newklik disini 
  216. NM-Muhammadun Nabiyuna (New) klik disini
  217. NM-Muhammadun Nabiyuna2 (New) klik disini
  218. NM-Robbi Faj 'Alna Minal Akhyar(New+Gambus) klik disini
  219. NM-Yaa Rasulullah Salamun'alaik(New+Gambus) klik disini
  220. NM-Syirillah Yaa Ramadhan (New+Gambus) klik disini
  221. NM-Washolatu'ala Ahmad(New+Gambus) klik disini
  222. NM-Sholatullah Salamullah(New+Gambus) klik disini
  223. NM-Laa Ilaaha Illalloh (New+Gambus) klik disini
  224. NM-Salamualaika Yaa Nabi(New+Gambus) klik disini
  225. NM-keutamaan sholat tarawih(New Istana Assegaf) klik disini
  226. NM-Yaa Toybah ( New+Gambus) klik disini
  227. NM-Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh ( New+Gambus) klik disini 
  228. NM-Yaa Robibil Musthofa ( New+Gambus) klik disini 
  229. NM-Ya Rosulalloh Salamun Alaik 02 ( New+Gambus) klik disini
  230. NM-Nurul Musthofa ( New+Gambus) klik disini
  231. NM-Marhaban Yaa Syahrur Rhomadon ( New+Gambus) klik disini  
  232. NM-Salamun Khamisqil Khitam (Newklik disini 
  233. NM-Asmaul Husna (Newklik disini
  234. NM-Yaa Tawwab Tub Alaina (Newklik disini